Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blokir Jalan Akses Pertamina

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blokir Jalan Akses Pertamina
Warga perumahan Mutiara Kenali, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi memblokir akses jalan yang dilalui Pertamina.
Bagikan

Orbid.id- Warga perumahan Mutiara Kenali, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi Kamis (4/3) kemarin kembali memblokir akses jalan yang dilalui Pertamina.

Penutupan jalan dilakukan oleh RT 11, RT 33, RT 51, RT 10 dan RT 17 yang meminta perbaikan infrastruktur berupa perbaikan kualitas jalan yang berada di sekitar lokasi tersebut. Warga kesal karena jala rusak akibat mobil truk miliki Pertamina yang kerab lalu lalang di pemukiman mereka.

“Sebagian besar di kenali Asam Bawah ini ada Pertamina, ada pompa produksi Pertamina, jadi karna mobil dan alat berat Pertamina sering lewat mengakibatkan jalan ini menurun kualitasnya, masyarakat menuntut agar ada perbaikan jalan,” kata Camat Kotabaru, Fengky, Kamis, (4/3).

Ia menambahkan pihaknya saat ini hanya bisa memantau, untuk mediasi ke Pertamina sudah pernah dilakukan, namun belum ada titik terang.

“Karna ini aspirasi masyarakat kami hanya bisa memantau saja, yang penting aksinya berjalan lancar, dan tidak ricuh. Sebelumnya mediasi sudah pernah kita lakukan, dialog antara masyarakat dan pihak Pertamina, tapi sepertinya belum ada titik temu, makanya masyarakat melakukan aksi lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Effendy koordinator lapangan aksi mengatakan, aksi ini merupakan aksi damai untuk menuntut pihak Pertamina memperbaiki jalan.

“Kita sudah tiga kali kasih surat kepada Pertamina, sudah ada jawabannya, tetapi tidak sesuai dengan yang kami inginkan.

“Keinginan kami pengecoran itu tadi, kurang lebih sekitar 6100 meter,” katanya.

Ia menambahkan, pemblokiran akan berlangsung sampai tuntutan di kabulkan oleh pihak Pertamina.

“Yang jelas belum ada kesepakatan belum akan kami buka,” tegasnya.

Pihak Pertamina Fikri Fardhian, Government & Public Relation PEP asset-1 mengatakan, terkait dengan tuntutan tersebut pihaknya sudah pernah melakukan koordinasi dengan masyarakat dibantu oleh pihak pemerintah dan kepolisian.

“Artinya, dalam proses negosiasi itu, Pertamina sangat terbuka termasuk mekanisme pelaksanan, karena biar bagaimanapun sebagai perusahaan kita punya batasan juga dari anggaran dan lainnya,” katanya.

Sementara Ari Rachmadi selaku Legal & Relation PEP Jambi Field mengatakan kerugian Pertamina akibat penutupan jalan ini mengakibatkan produksinya berkurang.

“Dengan adanya penutupan ini produksi kita berkurang, karena kita tidak bisa melakukan pengecekan, belum lagi beberapa minyak harusnya kita angkut dan kita tabung disini, kalau ditutup gimana cara mengangkutnya,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga mengatakan Pertamina Tahun 2021 ini hanya mampu melakukan perbaikan jalan kurang lebih sekitar 250 meter.

“Jadi Pertamina itu punya kemampuan kurang lebih sekitar 250 meter, poin inilah yang Pertamina sampaikan kepada masyarakat, hanya tambahannya masyarakat tetap meminta kepastian kapan selesainya,” tuturnya.

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )

Anda dilarang menyalin konten situs ini!