Sumur Warga Paal Merah Tercemar, DLH Datangi PT Logistik Alam Semesta

Sumur Warga Paal Merah Tercemar, DLH Datangi PT Logistik Alam Semesta
DLH Provinsi Jambi Sidak PT Logistik Alam Semesta

Orbid.id – Warga RT 28, Kelurahan Paal Merah, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi mengeluhkan air sumur yang mendadak keruh dan menyebabkan gatal-gatal.

Nia Sri Handayani (36), salah satu warga yang sumurnya terdampak menyampaikan, air sumurnya keruh sejak Juli tahun 2021, sehingga sudah beberapa bulan keluarganya sulit mencuci pakaian dan mandi.

“Airnya rusak, keruh. Kalau untuk mandi, berakibat sedikit gatal gitu. Sudah pakai kaporit dan tawas, tapi tidak mungkin kita teruskan,” katanya, Selasa (21/11).

Tidak hanya itu, dia dan keluarganya juga kesulitan menyediakan air minum, air untuk berwudhu, mencuci pakaian, dan mencuci sayuran.

“Sekarang nyuci pakai air galon. Kalau ada air hujan, kita tampung untuk bilas pakaian saja,” ungkapnya.

Disampaikannya, sebelum ada perusahaan truk angkutan bata bara di dekat rumahnya, sumur itu menyimpan air bersih, dan layak dikonsumsi, namun sekarang tidak lagi.

Saat hujan turun kata Nia, muncul genangan air yang berbau oli. Kuat dugaan berasal dari perusahaan yang tidak jauh dari rumahnya

“Kalau hujan, airnya keluar yang bercampur dari oli. Harapan kita air itu bisa bersih kembali, dan jernih seperti sedia kala,” paparnya.

Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran DLH Provinsi Jambi, Sinta Hendra mengatakan, setelah pihaknya mengkroscek ke lokasi, ada satu perusahaan angkutan batu bara di dekat pemukiman warga yang menghasilkan limbah B3, seperti oli.

“Perusahaan tersebut tidak memiliki pengelolaan limbah B3. Padahal ada 95 unit truk yang lalu lalang di sana. Biasanya oli bekas itu kan ada penyimpanan sementara,” tuturnya.

Tidak Bisa Tunjukan SITU

Saat dicek mengenai legalitas perusahaan, PT Logistik Alam Semesta (LAS) yang berlokasi di RT 28, Kelurahan Paal Merah, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi tidak bisa menunjukkan surat izin tempat usaha (SITU) kepada para pengawas PDLH Provinsi Jambi.

“Kita tanya pihak perusahaan, itu memang baru memiliki izin OSS. Tapi terkait SITU dan dokumen lingkungan belum bisa diperlihatkan apakah mereka belum mengurus izin SITU-nya. Kalau ada buat dokumen UKL-UPL pasti ada tata cara pengelolaan limbahnya,” tutur Sinta.

Menurutnya, perusahaan melanggar ketentuan pengelolaan lingkungan. Tidak ada pengelolaan limbah B3, padahal air terkontaminasi batu bara dan oli berceceran di lokasi perusahaan itu.

DLH Provinsi Jambi saat ini itu belum mengambil tindakan tegas, karena masih memberikan waktu untuk memperlihatkan dokumen.

Belum Mengajukan Izin ke RT

Ketua RT 28, Kelurahan Paal Merah, Sariah mengatakan, bahwa PT Logistik Alam Semesta belum pernah mengajukan dokumen izin kepadanya.

“Mereka hanya sekedar lapor bahwa kami akan menggunakan lahan bekas gudang kopra itu untuk mobil batu bara. Terus, surat-menyurat sampai sekarang belum ada saya lihat,” ujar Sariah.

Ia mengatakan, pihak perusahaan itu sempat meminta izin untuk membuang limbah ke saluran kecil. Tentu saja tidak diberikannya, karena yang mau digunakan merupakan suluran untuk umum.

“Mereka juga minta izin mau buang ke belakang, tidak saya izinkan,” katanya.

Ia berharap, ke depannya pihak perusahaan dapat berdampingan dengan warga, bukan malah merugikan.

“Jangan hanya diam. Mereka yang punya usaha harus berjalan selayaknya. Jangan sampai merugikan, tapi dipikirkan juga warga,” tegas Sariah.

Sementara itu, Santoso selaku pengurus PT Logistik Alam Semesta mengatakan, pihak perusahaan sudah memiliki SITU, tapi belum bisa ditunjukkan.

“SITU-nya ada, nanti dikirim. Kita baru 1 bulan, sebelumnya ini masih tahap pengerjaan dan persiapan. Bulan 6 itu kita masih renovasi tempat,” ujarnya.

Disampaikannya, ia akan berkoordinasi dengan Ketua RT setempat untuk melengkapi perizinan lain.

“Ini kita konfirmasi ke RT dulu, karena ini harus ada izinnya juga kan,” imbuhnya.

Perusahaan itu sendiri memiliki lahan seluas 3.908 meter persegi dengan menamping truk angkutan berjumlah 95 unit.

Santoso mengatakan, bagi sumur warga yang terdampak, perushaan sudah menyambungkan air bersih ke rumah warga, hanya saja terbatas.

“Kalau tedmon air ini habis, kita gak selalu monitoring juga. Nanti kita beli satu tangki baru untuk ibu ini. Kita sambungkan selang dengan air dari sumur bor,” sebutnya.(*)

Bagikan
CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )

Anda dilarang menyalin konten situs ini!