Polsek Jambi Timur Ungkap Kasus Pembakaran Sepeda Motor

Polsek Jambi Timur Ungkap Kasus Pembakaran Sepeda Motor
Polsek Jambi Timur ungkap kasus pembakaran sepeda motor di depan SDN 162 Sejinjang, Kecamatan Jambi Timur

Orbid.id – Polsek Jambi Timur ungkap kasus pembakaran sepeda motor di depan SDN 162 Sejinjang, Kecamatan Jambi Timur, Kamis (6/1).

Kasus ini bermula dari sepasang mantan kekasih yang berkonflik akibat putus. Yang kemudian para pelaku tersebut mendatangi korban dengan mengendarai 1 unit Mobil Calya berwarna putih menuju ke pemakaman, yang saat itu korban sedang berada di sana.

Selanjutnya, terjadi kejar-kejaran antara korban dan para pelaku. Dikarenakan pelaku membawa senjata tajam, korban melarikan diri meninggalkan sepeda motornya dan salah satu pelaku nekat membakar motor korban tersebut.

Terungkap, bahwa pelaku utama yang membakar motor korban adalah MMT (18), dan yang mengendarai Mobil Calya berwarna putih adalah A (22).

Diketahui, ada 6 pelaku dalam kasus tersebut yaitu, A (22) MRK (17) S (17) MZ (18) MMT(18) dan G (17).

Kapolsek Jambi Timur, Kompol Hendra Wijaya Manurung mengatakan bahwa MMT (17) melakukan perusakan motor korban bersama pelaku yang lain. Dirinya berinisiatif membeli minyak bensin dengan menggunakan botol mineral untuk membakar motor korban tersebut.

“Kalau tersangka A (22), perannya sebagai driver dari kendaraan yang digunakan oleh para pelaku yang lain atau ikut serta melakukan kejahatan,” kata Hendra, Jumat (7/1).

Ia mengatakan, sementara ini 4 pelaku masih berstatus jadi saksi dan sudah dikembalikan ke orang tuanya, dikarenakan masih dibawah umur.

“Namun nanti tergantung hasil penyidikan seperti apa untuk status pelaku anak yang lain, saat ini masih sebagai saksi dan kita terus kembangkan,” ujarnya.

Sementara itu, MMT (18), warga Pelayangan, Kota Jambi, pelaku utama pembakaran motor ini mengatakan bahwa dirinya menyesal melakukan hal tersebut.

“Tiba-tiba saja pak, kepikiran untuk membakar setelah merusak itu, awalnya tidak ada niat membakar, saya menyesal pak,” ucapnya sambil menyesal.

Ia mengakui bahwa saat itu, dirinya dan teman-temannya membawa senjata tajam berjenis parang dan pisau dapur.

“Iya pak, kalau pisau satunya lagi punya teman yang lain,” paparnya.

Kemudian, A (22) mengaku bahwa dirinya hanya diajak oleh MMT.

“Ikut saja pak karena diajak, itu mobil travel, saya yang nyupir,” paparnya.

Diketahui, akibat kejadian tersebut, korban mengalami Kerugian 1 unit sepeda motor merk Honda CRF warna hitam, seharga 32 juta.

Dan barang bukti yang diamankan berupa, 3 senjata tajam, 1 unit mobil merk Toyota Calya berwarna putih, 1 buah mancis, dan 1 botol bekas bensin.

Saat ini, MMT (18), dan A (22) dikenakan Pasal 170 KUHPIDANA dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Bagikan
CATEGORIES

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )

Anda dilarang menyalin konten situs ini!