Mahasantri Ma’had Aly Syekh Ibarahim Al-Jambi Melakukan Pengabdian Masyarakat di Pondok Pesantren Darul Arifin Jambi

Mahasantri Ma’had Aly Syekh Ibarahim Al-Jambi Melakukan Pengabdian Masyarakat di Pondok Pesantren Darul Arifin Jambi
Ma’had Aly Syekh Ibarahim Al-Jambi

(Oleh : Ratia, Mahasantri Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al-Jambi, peserta Beasiswa Cendikia Baznas RI)

Orbid.id – Ma’had aly adalah sebuah perguruan tinggi berbasis pesantren yang konsentrasinya pada studi islam murni. Menurut mantan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, status Ma’had Aly setara dengan lembaga pendidikan tinggi lainnya, seperti Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAI), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Universitas Islam Negeri (UIN), dan kampus-kampus lainnya.

Satu Ma’had Aly memiliki satu program studi seperti Al-Qur’an, Ilmu Fiqih, Hadist, tasawuf dan lain sebagainya. Mudahnya begini Ma’had Aly adalah lembaga tinggi pesantren tingkat tinggi yang statusnya disetarakan dengan Universitas atau kampus lainnya. Hanya saja konsentrasinya dibidang islam murni. Mahasiswa yang belajar di Ma’had Aly disebut Mahasantri. Dengan begitu jelas bahwa Ma’had Aly adalah kelanjutan Pesantren di level tinggi.

Ma’had Aly Syekh ibrahim Al-Jambi adalah salah satu Mahad Aly yang kontrasinya terfokus pada studi Fiqih dan Ushul Fiqih, yang mana Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al-jambi ini adalah satu-satunya Ma’had Aly yang ada di Provinsi Jambi, bertempat di Olak kemang, Kec. Danau Teluk, Kota Jambi. Izin SK Kemenag, Dirjen Pendis No. 3002 tahun 2016 serta No. Satistik Ma’had Aly (NSMA); 241215710001.
Mahasantri Ma’had Aly menempuh pendidikan selama kurang lebih delapan semester atau empat tahun dan akan mendapatkan gelar Akademik Sarjana Agama (S.Ag).

Ma’had aly Syekh Ibrahim Al-jambi telah terakreditasi pada tahun 2020 dengan nilai jayyid (B) Pada awal dibukanya Ma’had Aly ini jumlah Mahasantri angkatan pertama adalah sembilan orang, mereka diajarkan oleh guru-guru yang kompeten didalam bidangnya masing-masing. Tenaga pengajar di Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al-jambi adalah dosen-dosen alumni kampus dalam negeri maupun luar negeri.

Kendati demikian, meskipun Ma’had aly Syekh Ibrahim Al-jambi memilih fokus ke bidang fiqih dan ushul fiqh. Namun, didalamnya mahasantri juga diajarkan mata kuliah lainnya seperti Nahwu, shorof, balaghah dan lain sebagainya.

Mahasantri angkatan pertama tersebut telah diwisudah pada 28 November 2021 kemarin. Dan menjadi alumni pertama Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al-jambi, setelah menjalani rangkaian agenda untuk menjadi seorang sarjana tamatan Ma’had Aly. Salah satu dari rangkaian agenda tersebut iyalah PPM.
Dan pada 29 Januari 2022 adalah keberangkatan mahasantri angkatan kedua Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al-jambi untuk melakukan PPM ke beberapa Pesantren yang ada di Provinsi Jambi.

Mahasantri yang mengikuti PPM pada agenda tersebut ada sembilan orang mahasantri yang dibagi menjadi empat pondok. Mahasantri tersebut iyalah Ahmad Tantowi, Azzuhro, Istiqomah, Heni Nurhani, Novitasari, Ratia, sholihatin, Siti Hanifah dan Zubaidah.

Adapun pondok pesantren yang menjadi tujuannya iyalah Pondok Pesantren Nurul Iman Jambi, Pondok Pesantren As’ad Lokasi 1, Pondok Pesantren, Darul Arifin Jambi, dan Pondok Pesantren Al-Kinanah. Yang menjadi fokusnya disini iyalah peserta PPM yang bertugas di Pondok pesantren darul Arifin jambi.

Pondok Pesantren Darul Arifin Jambi di dirikan oleh Dr. KH. Zainul Arifin, M.Ed, MA sekitar tahun 2019 di Jl. Nes Dusun Leban Karas RT 017/RW 007 Kelurahan Pijoan Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko) Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi.

Adapun mahasantri yang mendapatkan tugas disana iyalah Siti Hanifah dan Sholihatin. Di sana mereka mengabdikan diri untuk membantu pondok dalam segala bidang. Sama seperti pada Pondok Pesantren lainnya di Pondok Pesantren Darul Arifin jambi bahasa sehari-hari santri disana iyalah bahasa Arab dan bahasa inggris. Pergantian bahasanya iyalah seminggu bahasa Arab dan seminggu bahasa inggris.

Kegiatan yang diikuti oleh Sholihatin dan Siti Hanifah selama di sana diantaranya mengganti/mengisi jadwal guru yang berhalangan mengajar pada jadwalnya mengajar.

Adapun kitab yang pernah mereka ajarkan kepada santri disana iyalah kitab Ta’limu ta’lim, Durusul Arabiah, Ahklaqul banin, Mahfozdhot, Imla’, dan Khullasatul kalam. Mereka juga mengikuti kegiatan santri seperti olahraga bersama setiap hari jum’at, ekskul kaligrafi setiap hari sabtu, istighotsah setiap subuh dan maulid addiba’ setiap malam sabtu. Selain itu, Mereka juga ikut serta dalam menjaga buku tamu dan membersihkan rumah pimpinan. Semua kegiatan mereka ikuti baik akademik maupun non akademik.

Selama kurang lebih dua bulan mereka mengabdikan diri mereka di Pesantren tersebut. Hingga pada hari sabtu tanggal 2 April 2022 dijemput oleh mudir serta staf pihak Ma’had aly Syekh Ibrahim Al-Jambi.

Bagikan
CATEGORIES

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )

Anda dilarang menyalin konten situs ini!