Lukisan Berumur 3000 Tahun di Gua Bukit Bulan Sarolangun

Lukisan Berumur 3000 Tahun di Gua Bukit Bulan Sarolangun
Lukisan Berumur 3000 Tahun di salah satu Gua Bukit Bulan Sarolangun
Bagikan

Orbid.id – Akademisi Arkeologi Universitas Jambi, Asyhadi Mufsi Sadzali mengungkapkan, bahwa wilayah Jambi sangat berpotensi akan kebudayaan, sejarah, dan arkeologi, khususnya di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Di wilayah Kabupaten Sarolangun, salah satu kawasan karst yang disebut dengan kawasan Bukit Bulan. Secara administrasi berada di Desa Napal Melintang, Kecamatan Limun Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Kawasan Bukit Bulan banyak ditemukan gua dan ceruk yang memiliki tinggalan arkeologi berupa lukisan dan  benda-benda prasejarah.

“Kalau dari penelitian Balai Arkeologi Sumatera Selatan (Balar Sumsel) itu cukup banyak temuan gua dan ceruk disana. Ada sekitar 30 lebih gua yang berada disana,” katanya Asyhadi, Minggu (2/5).

Ia menjelaskan, di beberapa dinding gua terdapat lukisan yang didominasi warna hitam dan putih.

“Lukisan di sana ada berbentuk geometris atau lingkaran, figur anthropomorphic atau figur manusia dan tumbuh-tumbuhan. Dominasinya berwarna hitam yang paling banyak. Kalau bahan berwarna hitam ini menurut beberapa ahli itu bisa jadi magnesium, karena di salah satu gua yang ada di sana banyak sekali ditemukan kadar magnesiumnya,” tutur Asyhadi.

Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh salah satu peneliti Balar Sumsel yang bernama Ruly Fauzi, usia lukisan tersebut sekitar kurang lebih 3000 Before Present (BP).

“Diperkirakan usianya masih muda. Akhir masa Neolitik, sebelum masuk masa Hindu dan Budha di Jambi. Dari hasil penggalian yang dilakukan oleh Balar Sumsel, banyak ditemukan juga seperti perkakas yang digunakan oleh manusia, berupa tembikar dan alat batu obsidian. Nah, dari hasil penelitian itu diperkirakan usianya sekitar 3000 sebelum Masehi atau 3000 BP,” jelasnya.

Hasil temuan tersebut oleh masyarakat dianggap sebagai tinggalan dari leluhur mereka. “Pada umumnya masyarakat di sana sudah tahu, bahwa di sana ada lukisan tinggalan leluhur mereka,” ucapnya.

Masyarakat di kawasan Bukit Bulan sangat peduli akan tinggal dari leluhur mereka. Terbukti ketika ada perusahaan tambang semen yang akan masuk ke sana untuk mengeksplorasi kawasan tersebut, masyarakat tetap mempertahankan kawasannya.

“Itu berarti mereka menyadari lukisan dan gua serta ceruk yang ada di sana memiliki nilai untuk masyarakat mereka sendiri, sehingga mereka tidak mau untuk dieksplorasi.

“Jadi sebetulnya, perlu dilakukan langkah pengembangan dan pendampingan. Ini tidak bisa lakukan hanya oleh Balar Sumsel, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi dan Akademisi Arkeologi Universitas Jambi saja, tetapi juga harus ada dari pemerintah daerahnya,” tegas Asyhadi.

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )

Anda dilarang menyalin konten situs ini!