Bersihkan Jalan ke Kebun, Kakek 82 Tahun Dipolisikan

Bersihkan Jalan ke Kebun, Kakek 82 Tahun Dipolisikan
Area Hutan yang Dibersihkan Kakek Hasan Basri (82) untuk Akses Jalan ke Kebun Miliknya

Orbid.id – Kakek Hasan Basri (82) yang tinggal di desa Pulau Pandan, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun dilaporkan ke polisi setelah membersikan jalan menuju kebun miliknya.

Hasan menceritakan, Ia dilaporkan lantaran membabat bibit pinang milik pelapor.

“Masalahnyo gegara jalan, jalan itukan jalan kami karena dio (keluarga pelapor_red) tidak memperbolehkan lagi melalui jalan dio,” ujar kakek Hasan, Rabu (5/1).

Kakek Hasan Basri (82)

Menurut Hasan, jalan tersebut merupakan akses lama menuju ke kebun miliknya.

“Jalan dio ditutup, jadi kami merintis lagi jalan itu disemprot karena lah semak, sudah disemprot tadi tau-tau marah pinangnyabmati,” katanya.

Hasan mengaku bahwa tidak mengetahui adanya bibit pinang ditanam pelapor di lokasi bekas jalan lama tersebut.

“Sayo dak tahu ado pinang, jadi nyemprot tadi tu dak sengajo kiro aku pinang tu tumbuh dewek kareno itu jalan kami dari dulu.

“Iyo kami bersihi jalan kareno lah semak dengan pinang tu dak nampak, semprot seminggu sudah tu kami nebas lagi disitu, marah dio,” tambahnya.

Hasan menyebutkan, bahwa sepengetahuan dirinya, di lokasi kejadian itu bukanlah kawasan tanah milik pelapor, melainkan kawasan milik warga lain yang diduganya bernama Raden.

“Tanah orang tadi yang lah kami bikin untuk jalan permisi dengan orang yang punyo tanah tu dulu,” ungkapnya.

Pasca kejadian tersebut, dari lembaga adat dan pemerintah desa mengaku telah berupaya membujuk pelapor untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.

Kedes Pulau Pandan, Jhon Jasimin mengatakan dengan menghadirkan tokoh masyarakat, nenek mamak dan lembaga adat belum ada penyelesaian terkait permasalahan tersebut.

“Sangsi adat yang kami berikan sesuai dengan kesalahan dan adat istiadat pulau pandan, jadi terlapor kami kenakan denda kambing satu ekor, beras serta selemak semanisnyo kemudian kompensasi 2,5 juta,” jelasnya.

Dengan sangsi adat yang telah diberikan, itupun masih ditolak oleh pelapor sedangkan terlapor telah menerima keputusan dari desa.

Jhon melanjutkan, kini permasalahan tersebut telah sampai kepihak kepolisian resort berharap agar dapat segera diselesaikan secara damai.

Sementara itu, berdasarkan informasi keseharian kakek Hasan bekerja sebagai sol sepatu yang memiliki penghasilan tidak menentu perharinya.

Terpisah, Kepolisian Sektor (Polsek) Limun kini masih belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut perihal permasalahan tersebut.(*)

Bagikan
CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (3 )

Anda dilarang menyalin konten situs ini!