Belajar Tatap Muka Dimulai, Guru-Siswa Wajib Berjemur 15 Menit

Belajar Tatap Muka Dimulai, Guru-Siswa Wajib Berjemur 15 Menit
Walikota Jambi, Syarif Fasha meninjau pelaksanaan belajar tatap muka
Bagikan

Orbid.id – Walikota Jambi, Syarif Fasha meninjau pelaksanaan belajar tatap muka di dua sekolah, yakni Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 11 Kota Jambi dan Sekolah Dasar (SD) Al Falah Kota Jambi, Senin (1/3).

Sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka, anak-anak sekolah bersama guru-gurunya di wajibkan berjemur kurang lebih 15 menit di bawa sinar matahari.

Dalam peninjauan tersebut, Fasha yang di dampingi kepala Dinas Pendidikan, Mulyadi langsung melakukan pengecekan proses belajar di setiap kelas.

“Jadi, anak-anak masuk pukul 7.30 wib di mulai dari kelas yang paling besar yakni kelas VI SD serta Kelas IX SMP dilanjutin setengah jam kemudian bagi kelas bawah yang masuk. proses pembelajaran hanya 3 jam. Khusus untuk kelas IX SMP dan VI SD di tetapkan masuk sekolah full untuk persiapan ujian akhir,” kata Fasha.

Selain itu, Fasha mengatakan semua sekolah yang ingin melaksanakan tatap muka harus mengajukan surat kepada Satgas Covid-19.

“Satgas akan memverifikasi layak atau tidaknya sekolah untuk lakukan pembelajaran tatap muka. Susunan kursi dan meja hasil boleh setengah yang kita izinkan, harus ada tempat cuci tangan dan peringatan tentang physical distancing,” ujarnya

Kemudian, Fasha juga mengatakan para tenaga pendidik dan pendidikan sudah di lakukan uji swab. Lebih kurang 4.000 tenaga pendidik dan pendidikan yang akan di swab. Dari 4000 tenaga pendidik dan pendidikan, sudah berjalan 1000 lebih tenaga pendidik dan pendidikan yang di swab.

“Dari hasil swab tersebut juga di dapati dengan hasil swab positif. Karena ini di swab semua maka yang positif tidak kita izinkan masuk untuk mengajar. Ada beberapa tempat yang di rekomendasikan untuk isolasi mandiri,” katanya.

Untuk hasil swabnya sendiri tidak perlu menunggu lama, yang di ketahui Pemkot telah memiliki alat sendiri. Bagi para guru yang akan di swab, maka 6 jam kemudian sudah dapat di lihat hasilnya.

“Jadi, tidak ada penutupan sekolah, kecuali, kalau kedapatan satu dan yang lain belum swab mungkin akan di lakukan Work From Home (WFH),” tuturnya.

CATEGORIES

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )

Anda dilarang menyalin konten situs ini!