Bedah Buku Cita-cita dan Cinta : Menggapai Kesusksesan Lewat Karya

Bedah Buku Cita-cita dan Cinta : Menggapai Kesusksesan Lewat Karya
Faidil Imar (23), Penulis
Bagikan

Orbid.id – Faidil Imar (23) mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Jambi, melaunching buku yang dapat merubah cara pandangan masyarakat terkait penilaian seseorang yang dilihat dari latar belakangnya

Buku yang berjudul ‘Cita-cita dan Cinta’. Menceritakan tentang Faiz Amar, seorang yang terlahir dari orang tua yang pernikahannya tidak direstui Kakek dan nenek dari Faiz Amar serta mempunyai kehidupan serba kesulitan.

“Sehingga Faiz Amar ( tokoh Utama dalam Novel ) terbuang dan terpaksa menjalani kehidupan yang jauh dari masyarakat pada umumnya. Namun Faiz Amar tetap berjuang menempuh pendidikan di perguruan tinggi,” tutur Faidil, Sabtu (13/2).

Dijelaskannya, buku ini tidak hanya menceritakan mengenai perjuangan meraih kesuksesan, tetapi juga berisikan perjalanan Cinta, keluarga dan persahabatan.

Ia berharap masyarakat yang membaca buku ini, terutama para orang tua, agar tidak lagi cenderung memandang seseorang (pemuda yang ingin melamar anaknya) hanya dari latar belakangnya saja. Sebab, melalui perjuangan yang keras, seseorang bisa meraih masa depan yang lebih baik.

“Karena di dalam buku ini ada perjuangan untuk mencapai sukses, serta pembuktian kepada orang-orang yang sudah menghina,” jelasnya.

Baginya kemiskinan bukanlah sebuah kesalahan, melainkan keadaan yang harus di ubah.

Kepada kaum pencinta, bahwa cinta seharusnya diungkap sebelum penyesalan yang datang terlebih dahulu.

Kisah dalam buku ini, kata Faidil, terinspirasi dari kisah nyata yang digabungkan dengan fiksi, supaya menjadi kisah yang lebih indah dan menarik sebagai suatu karya.

“Bisa dikatakan 50 persennya mengambil kisah nyata. Namun ditulis secara fiksi untuk mengindahkan kisah itu sendiri,” katanya.

Buku berjudul ‘Cita-cita dan Cinta’ ditulis selama sebulan, yakni pada bulan Oktober sampai bulan November tahun 2020, bersamaan dengan pembuatan Skripsi.

Cover buku ini sangat menarik, karena menunjukan latar belakang penulisnya yang berasal dari Jambi. Lalu, melalui gambar pesawat Lion Air yang jatuh, Cover ini mengisyaratkan akhir kisah dalam bukunya.

“Covernya ada gambar jembatan Gentala Arasy sebagai penyampaian ini merupakan karya anak Jambi, sedangkan gambar pesawat sebagai simbol ‘ending’ novel tersebut,” tutur Faidil.

CATEGORIES

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )

Anda dilarang menyalin konten situs ini!