28 Kasus Seksual Terhadap Anak Terjadi di Kota Jambi

28 Kasus Seksual Terhadap Anak Terjadi di Kota Jambi
Bagikan

Orbid.id – Berdasarkan data UPTD Pelindungan Anak dan Perempuan (PPA) Kota Jambi, sepanjang tahun 2021, Kasus kekerasan anak di Kota Jambi mencapai 59 kasus.

Kepala UPTD PPA Kota Jambi, Rosa Rosiliwati mengatakan, dari 59 kasus yang ditangani, ada sekitar 28 kasus di antaranya yang merupakan kasus kekerasan seksual, selebihnya, kasus kekerasan fisik dan psikis.

Ia juga mengatakan, ada sejumlah anak yang menjadi korban kekerasan seksual, karena berkenalan dengan laki-laki melalui media sosial. Laki-laki yang dimaksud ada yang sudah dewasa.

“Ada berkenalan. Akhirnya, ada yang ngajak dan bertemu, sampai dibawa ke hotel. Awal tahun ini saja ada 3. Rata-rata itu anak yang baru berkenalan di handphone,” katanya, Jumat (22/10).

Kemudian, ia juga menjelaskan walaupun anak perempuan bersedia melakukannya, masih ada indikator kekerasan seksual. Bisa jadi anak yang belum memahami, dipaksa secara halus oleh laki-laki dewasa yang menjadi pelaku.

Sedangkan kepada anak-anak di bawa umur, UPTD PPA Kota Jambi masih bisa mengedepankan mediasi. Anak-anak ini dikembalikan ke orang tua dengan harapan dapat dibina.

Tidak hanya itu, ada pula anak yang menjadi korban kekerasan seksual dengan pelaku menunjukkan kelaminnya.

“Ada juga anak yang dibawa ke semak-samak. Si pelaku tidak memperkosa, tapi hanya ingin menunjukkan kelaminnya. Akibatnya, korban trauma,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengatakan, UPTD Kota Jambi pada tahun ini juga menangani kasus perdagangan anak.

“Kami sempat dapat laporan trafficking di tahun ini yang mana tidak boleh menurut UU. Korban ini anak warga Kota Jambi, kami lagi dampingi korban dan sekarang lagi proses,” jelasnya.

Para korban kekerasan seksual tidak hanya mendapatkan pendampingan dari PPA. Kesehatan psikis pun diperhatikan melalui psikolog, sehingga trauma korban dapat berakhir.

Ia juga menjelaskan, kasus kekerasan pada anak boleh dikatakan seperti gunung es. Bisa lebih banyak dari yang tercatat.

Peningkatan angka kasus ini sebenarnya menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan kepada PPA. Tidak hanya dari korban, tapi bisa keluarga dan tetangga yang melaporkan.

“Kenapa saya bilang seperti gunung es? banyak kasus di bawah, tapi hanya terlihat sedikit karena masyarakat Kota Jambi belum tahu untuk melapor, sedangkan sekarang sudah mulai banyak tahu,” paparnya.

Untuk memberikan pelindungan lebih luas kepada anak, UPTD PPA Kota Jambi pada tahun ini mempunyai program Pitamolin (PelayananPemberian Informasi, Konsultasi di Mobil Perlintasan).

Program ini nantinya akan difokuskan ke sekolah-sekolah untuk mendengarkan keluhan anak di mobil. Diharapkan kasus kekerasan pada anak dapat segera terungkap dan terselesaikan.

CATEGORIES

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )

Anda dilarang menyalin konten situs ini!